Home > Dekorasi > Dekorasi Rumah >

Bunga dari Kertas Bekas [DIY]

by: rizkauh

Pada tahun 2016, kemenperin menyebutkan bahwa produksi kertas pada tahun tersebut meningkat sekitar 8,3% dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini dikarenakan jumlah permintaan kebutuhan kertas yang meningkat pula. Selanjutnya, kertas yang sudah tidak terpakai tersebut akan  didaur ulang menjadi recycle paper.

Walaupun proses degradasi kertas lebih cepat dibandingkan plastik, namun sampah kertas telah menjadi “momok” bangsa Indonesia saat ini. Untuk menaggulanginya, diperlukan tindakan preventif dengan melakukan metode paperless. Beberapa perusahaan perkantoran telah menerapkan metode tersebut seiring dengan kemajuan teknologi, seperti e-mail, software, dan lain-lain. Dan untuk ujian nasional saat ini tengah menggunakan metode online. Lalu, bagaimana jika sudah terbentuk limbah kertas ?

Solusinya adalah mencari alternatif lain untuk pemanfaatan limbah tersebut menjadi barang yang lebih berguna. Salah satu diantaranya dengan pembuatan bunga dari sampah kertas-kertas bekas yang sudah tidak terpakai lagi.

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan adalah :

  1. Beberapa kertas bekas
  2. Gunting & pisau
  3. double tape
  4. Tusuk kayu bekas
  5. Kertas klobot bekas

Untuk pembuatan bunga, disiapkan terlebih dahulu kertas-kertas bekas hasil pengerjaan skripsi, laporan praktikum, hasil analisa, pengerjaan tugas akhir, lamaran kerja dan lainnya yang sudah tidak terpakai lagi. Kertas tersebut bisa dari macam-macam ukuran, A4, A5, A3 atau lainnya. Tidak hanya folio/HVS, kertas buffalo pun bisa dijadikan sebagai bahan.

Setelah itu, kertas dibersihkan dari debu dengan tisu atau kain lap. Kertas yang telah bersih, dilipat menjadi 8 bagian.

         

Lalu digambar pola seperti di bawah ini.

 

Terdapat 3 pola serupa dengan ukuran berbeda, dari ukuran kecil, sedang dan besar. Pola yang dimaksud hampir sama dengan pola love.

Selanjutnya, pola tersebut di potong menggunakan gunting dan menghasilkan bentuk seperti berikut :

     

Hasil pemotongan tersebut menghasilkan 8 buah dari masing-masing ukuran (besar, sedang dan kecil).

Untuk memberikan efek warna yang cantik, bisa menambahkan beberapa warna pada pola tersebut dengan menggunakan pensil warna.

Satu persatu bagian pola yang lebih lebar, digulung sedikit dengan menggunakan kayu, pensil, bolpoin atau sejenisnya. Hal tersebut berguna untuk memberikan efek lengkung. Sedangkan di pola yang lebih kecil, diberikan double tape. Hasil tersebut dapat disebut dengan “helai”. Perlakuan tersebut diterapkan pada setiap pola yang ada, sehingga menghasilkan total 24 helai.

Selesai membuat helaian bunga, selanjutnya menyiapkan tangkai. Tangkai yang digunakan dari sisa bekas jajanan pasar di daerah malang, jawa timur yang biasa dikenal dengan “sempol”.

Setelah dibersihkan dengan menggunakan pisau, batang siap dipakai.

Helaian bunga ditempelkan pada batang kayu satu demi satu mulai dari helaian paling kecil untuk bagian tengah bunga. Lalu helaian ukuran sedang, dan terakhir ukuran besar. Kira-kira membutuhkan 6 helai ukuran kecil, 6 helai ukuran sedang, dan 4 helai ukuran besar untuk membentuk 1 bunga. Namun, untuk aplikasinya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Untuk menutupi batang agar tidak terlihat tekstur kayunya, bisa dilapisi dengan kertas klobot bekas dipakai ulang tahun atau dekorasi lainnya.

Lebih sempurna dengan ditambahkan daun pada tangkai tersebut.

  

Bunga buatan kertas bekas telah siap digunakan untuk menghiasi rumah anda. Selamat mencoba.