Home > Berkebun >

Pot dari Botol Bekas

by: rizkauh

Barang bekas, terutama botol plastik, sangat banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Diantaranya botol aqua, club, sprite, fanta, pocari sweat, dan masih banyak lainnya.

Sifat plastik yang tidak mudah terdegradasi membuat kita harus melakukan pengolahan lanjutan untuk dijadikan sebagai benda yang lebih berguna dan dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan dijadikan sebagai pot tanaman.

Botol plastik yang digunakan adalah botol sprite berwarna hijau.

Bahan dan alat yang digunakan adalah :

  1. Botol Sprite 1,5 liter
  2. Gunting & pisau/cutter
  3. CD bekas
  4. Lem UHU
  5. Tanah
  6. Sekop
  7. Tanaman

Untuk memulai, pertama tama siapkan bahan dan alat tersebut di atas. Kemudian potong menjadi 2 bagian dengan pola garis lengkung menggunakan pisau dan gunting. Pisau untuk inisiasi dan gunting untuk pemotongan. 

Bagian yang digunakan terlebih dahulu adalah potongan bagian atas botol (dalam kondisi terbalik). Selanjutnya menyiapkan CD bekas untuk alas pot.

Untuk menutupi permukaan CD, bisa menggunakan tali rafia dengan variasi warna sesuai selera. Seperti berikut ini :

Pemberian rafia dilakukan dengan cara melingkar pada bentuk CD hingga menutupi seluruh permukaan. Agar rafia dapat melekat sempurna, diberikan lem UHU atau double tape pada ujung awal rafia dan ujung akhir rafia setelah selesai menutupi seluruh permukaan.

Pemasangan tali rafia harus hati-hati dan diusahakan menghasilkan permukaan alas yang datar agar pot tidak miring. Selain tali rafia, juga dapat menggunakan tali kur atau tali sepatu yang sudah tidak terpakai.

Setelah semuanya siap, selanjutnya menggabungkan keduanya dengan memberikan lem UHU pada ujung mulut botol dan permukaan CD yang akan ditempel. Ditunggu beberapa saat hingga kering. Oleskan sekali lagi lalu tekan bersamaan dari kedua sisinya. Jika dirasa kurang merekat, bisa ditambahkan dengan isolasi bening pada kedua sisi benda yang ingin digabungkan.

 

Berikut hasil pot dari botol plastik yang telah jadi.

Gambar di atas adalah penampang bawah pot. Dimana terdapat lubang kecil guna ventilasi dan irigasi pada pot. Lubang tersebut dapat membantu memperlancar jalur keluar air sehingga tidak menggenang yang dapat menyebabkan tanaman mati karena terlalu banyak air.

Selanjutnya pot sudah dapat digunakan. Persiapkan beberapa sekop tanah, berupa media tanam atau tanah biasa dari pekarangan rumah.

Tanah yang sudah siap, dimasukkan ke dalam pot.

Kemudian tanaman dapat ditanam pada pot. Tanaman yang ditanam disesuaikan dengan tanaman yang diinginkan. Contoh berikut adalah meggunakan tanaman cabai.

Contoh lainnya, bisa menggunakan tanaman tomat, bunga mawar, melati, kamboja, lidah buaya, dan lain-lain. Penambahan pupuk juga dapat diterapkan demi keberlangsungan nutrisi yang lebih baik.

Berikutnya adalah sisi botol bagian bawah yang juga dapat dijadikan pot. Untuk memberukan lubang drainase, dilakukan dengan cara memanaskan paku dan menusukkannya pada sisi bawah botol tersebut.

   

Setelah lubang dibuat, tanah langsung dimasukkan ke dalam wadah dan diberi tanaman.

 

Berikut adalah hasil dari pemanfaatan botol sprite bekas menjadi pot.

 

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengolah kembali sampah botol plastik tersebut. Mungkin dengan memodifikasi tanaman yang digunakan adalah tanaman/bunga plastik.

Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi kita semua agar pencemaran sampah botol plastik dapat dikurangi dengan menggunakan cara sederhana seperti di atas.